Aku dan Mimpiku

Sebenarnya sudah sangat lama sekali aku ingin berbagi cerita dan pengalamanku selaman berkunjung di salah satu negara di benua biru ini, oh iya sebelumnya tau kan benua biru yang ku maksud benua apa? yap,, Benua Eropa, gambar di atas merupakan bendera Uni Eropa atau EU (European Union).

Okey, sepertinya aku ingin cerita se detail mungkin tentang semua mimpi, harapan, perjuangan, hingga sampai tujuan itu terlaksana. Maap mungkin rada lebay tapi ya memang seperti itulah wkwk

Jadi sebelum cerita dimulai fokus pada pengalamanku di Eropa, aku ingin kembali berbagi cerita dimasa aku SMA. Ketika aku menginjak kelas X, ada kabar kalau di sekolahku ada kelas yang namanya PASCH (Partner Schule). Kelas itu khusus untuk belajar bahasa Jerman dan hanya terbuka untuk 30 orang yang dimana siapapun yang ingin mendaftar harus melewati sesi wawncara dengan guru bahasa Jerman langsung karena beliaulah yang menentukan kita di terima atau tidaknya.
Waktu itu selama belajar di kelas X bahasa jermanku di bawah rata-rata, maksudnya aku minder jika aku mendaftar apa aku akan diterima? terlebih persaingan di kelas ku cukup ketat karena banyak sekali yang aktif dan sudah di kenal oleh guru bahasa jerman waktu itu. Jadi kenapa persaingan ketat dan yang daftar banyak? Karena siapapun yang ikut kelas itu akan dilatih bahasa jerman sampai lulus ujian dari Goethe Institut, dimana sertifikatnya berlaku seumur hidup dan bagi yang mendapat nilai paling tinggi 2 orang terpilih akan terbang ke jerman untuk mengikuti Sommerkurs, hal itulah yang membuatku cukup minder, apakah aku layak?

Setelah berpikir cukup matang, kenapa tidak aku mencoba? toh kelas XI nanti pas penjurusan juga yang aku pilih kelas bahasa, jadi mungkin setidaknya ada harapan karena aku suka bahasa?

Hari itu tiba, hari dimana kelas kita memasuki giliran wawancara, waktu itu kurang lebih sekitar 10 orang dari kelasku yang ikut mendaftar, mungkin.. aku lupa. Kita beramai-ramai menuju ruang guru dan menunggu giliran untuk di wawancara. Di saat itu aku memperhatikan salah satu temanku dari kelas lain yang sedang di wawancara, dan.. omg! mereka pakai bahasa inggris :" dari sana makin resah dan gelisahlah diriku ini yang bahasa inggrisnya pas pas an, tapi bodo amat yang penting aku mau nyoba.

Tibalah saatnya aku di wawancara, dan.. alhamdulillah bisa pake bahasa indo kok hehe. sesi wawancara berjalan sedikit tegang karena aku di tanya kenapa pengen masuk PASCH? kenapa ini dan itu? alasan ini itu? dan aku ga inget dulu aku jawab apa wkwk, cuman yang aku inget satu kalimat yang aku ucapkan waktu itu "Aku ingin pergi ke Jerman". Masih ku ingat wajah guru bahasa jermanku waktu itu yang malah meyakinkanku dengan menggebu-gebu "Bermimpilah! semua orang pasti bisa ke sana! tidak ada yang tidak  mungkin!" aku yang lugu di kala itu hanya bisa mengangguk-ngangguk dan tertegun karena aura beliau yang begitu kuat memancarkan keseganan.
Dari sana lah perjalananku di mulai..

Aku di terima di kelas PASCH karena dengan embel-embel aku akan masuk kelas bahasa. cerita di balik ini, dari kelas ku kira kira hanya 3 atau 4 ya? yang di terima masuk kelas PASCH, rata-rata bagi siswa yang akan melanjutkan ke kelas bahasa dia akan diterima langsung karena akan belajar bahasa jerman lebih banyak lagi, well.. meskipun dulu banyak orang yang menyindir dan merasa tidak adil "ya kamu pantes sih keterima juga kan kamu milih kelas bahasa" dan gosip gosip lainnya yang membuat mereka yang tidak akan melanjutkan ke kelas bahasa merasa adanya ketidak adilan :" padahal banyak juga kok temen-temen yang bukan kelas bahasa yang diterima :" tapi ya sudahlah.. itu bukan urusan ku jika mereka tidak di terima :"

Dari sana lah aku mulai serius belajar bahasa jerman, aku dapat menyetarakan kemampuanku dengan yang lainnya, dan semuanya berjalan dengan cukup baik meskipun menurutku masa-masa belajar waktu itu cukup sulit tapi aku merasa semua kan indah pada waktunya :" meskipun aku bukan orang terpilih yang bisa terbang ke jerman, mimpiku tidak cukup berakhir di sini.. hingga mimpi itu terwujud kini :"

Tiba saatnya aku harus memasuki bangku perkuliahan, sebagai pecinta bahasa tentu saja aku memilih jurusan bahasa tanpa pusing aku harus memilih jurusan apa, aku langsung memilih jurusan bahas jerman? Tentu saja tidak :" waktu itu aku masih menggemari Kpop dan tau sendiri lah bahasa Korea lebih dulu aku kenal sebelum bahasa jerman, dan aku merasa aku bisa jika aku daftar kuliah di jurusan itu. Tapi nyatanya? takdir berkehendak lain, sudah berkali-kali aku berusaha aku belum bisa mewujudkan mimpiku yang satu itu huhu, allah memberiku jalan lain.. ya, sepertinya aku harus berurusan dengan negara Eropa lagi :" akhirnya aku putuskan memilih jurusan Pendidikan Bahasa Jerman di UNY, karena aku ngebet ingin kuliah di Jogja, jadi apa boleh buat selama itu bahasa asing aku masih bisa menikmatinya, bukan?
Dan ya, sekarang aku sudah duduk di bangku perkuliahan yang sudah menginjak semester akhir. Harusnya aku ngerjain skripsi hiks malah nulis di blog, bodo amat dah semua kan indah pada waktunya wkwk..

Sepertinya akan aku buat cerita selanjutnya di postingan berikutnya, jadi kisahku yang ini sampai di sini dulu yaw kita sambung di postingan berikutnya. See you~


Komentar

Postingan Populer